Langkau ke kandungan utama

Nota Untuk Diri Sendiri #4: Tentang Rindu Yang Tak Selalu Terdengar

Meja kayu dengan kopi, buku terbuka dan laptop bertulis 'Amani'. Suasana pagi hening penuh rindu dan refleksi.
Pagi hening — kopi, buku dan laptop jadi saksi bisu pada rindu yang tak terucap.

📌 Nota Untuk Diri Sendiri #4: Tentang Rindu Yang Tak Selalu Terdengar

Pagi ini aku tulis dengan dada yang menyimpan seribu kata yang tak terucap. Ada rindu yang tak pernah terucap, dan ada rasa yang tak selalu aku berani luahkan. “Dan pagi ini, aku cuma mahu mendengar bisik hati sendiri, tanpa paksaan untuk mengatakan kepada dunia.”

  • Aku Rindu pada masa lalu.
  • Rindu pada tempat yang aku pernah panggil rumah.
  • Rindu pada mereka yang jauh dari mata, tapi tetap selalu dekat di hati.

Aku tulis catatan ini bukanlah untuk menghilangkan rasa rindu, tapi untuk aku ingat:

  • Rindu ini bukan satu tanda kelemahan.
  • Rindu ini adalah tanda bahawa hati aku masih hidup.

🤲 Doa Pagi Ini

  • Ya Allah, tenangkan hatiku yang sedang sarat dengan rindu.
  • Kuatkan aku untuk menerima jarak dengan redha.
  • Dekatkan hati ini dengan mereka yang aku sayangi walau mereka berada jauh di mata.

🌿 Refleksi Penulis

Aku sedar rindu ini bukanlah sekadar ujian, tetapi juga satu rahmat. Tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya

  • Kalau aku tak rindu, aku mungkin sudah melupakan nilai kasih.
  • Kalau aku tak rasa sepi, aku mungkin sudah alpa tentang makna teman.
  • Kalau aku tak tangisi jarak ini, aku mungkin sudah keras hati.

Hari ini aku catat sebagai tanda, supaya bila aku hilang semangat nanti , aku akan sentiasa ingat:

  • Setiap jarak ada hikmahnya, dan setiap rindu ada ruang untuk aku mendekatkan diri pada Tuhan.

✍️ Nota Penulis

Catatan reflektif ini aku tulis sebagai teman jiwa untuk sesiapa yang sedang merindui dalam diam. Catatan ini bukan hanya untuk aku yang di sini, tapi juga untuk kamu yang jauh di sana — mungkin kamu sekarang sedang berada jauh di perantauan, dan mungkin juga kamu sedang rindu pada tanah air pada ketika ini. 🌿 Semoga catatan ini menemani kamu di mana pun kamu berada. Kalau kamu sedang membawa rindu juga, percayalah, kamu tidak sendiri. Kita semua sedang belajar memeluk rasa itu dengan redha🌙 Kita semua sedang mencari jalan pulang, tetapi semua itu mungkin dalam bentuk dan rasa yang berbeza.


Puisi: Rindu Yang Diam

Rindu ini tak selalu terdengar,
tapi Tuhan tahu betapa ia menyesak dada.
Setiap pagi aku titip doa,
agar rindu ini jadi jalan aku mendekat pada-Nya.

Jarak memisah hanya di mata,
hati tetap dekat walau tak bersua.
Rindu ini aku simpan diam,
biar Tuhan yang peluk rasa.


Langgan blog ini untuk menemani perjalanan kata hati

🌙 "Rindu ini mungkin tak terucap, tapi biarlah Tuhan yang mendengar dan memeluk rasa itu dengan kasih-Nya. Setiap rindu adalah doa yang diam, setiap jarak adalah jemputan untuk hati mendekat pada-Nya." 

“Jika kamu juga sedang rindu, semoga catatan ini menjadi teman diam kamu.”


✍️ Ditulis oleh Eamyz Remy Jalal — seorang penulis bebas yang menulis dari hati, tentang hidup, rasa dan cerita kecil yang ada makna.
Kenali Remy lebih lanjut →

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

Apa Itu Cinta, Bila Kita Perlu Ingat Diri

  “Kadang-kadang cinta bukan datang untuk dimiliki — tetapi untuk menguji cara kita menjaga diri.” Apa Itu Cinta, Bila Kita Perlu Ingat Diri Cerita Kehidupan • Refleksi tentang rasa, batas, dan kesedaran Ada puisi yang tidak datang untuk disorak, tetapi untuk dibaca perlahan-lahan — seperti seseorang yang mengetuk pintu hati dengan jari yang sopan. Puisi begini tidak menjerit, tidak memujuk, dan tidak meminta simpati. Ia hanya menceritakan satu perkara yang paling jujur: rasa . Puisi kiriman Umi ini seakan menyebut cinta sebagai sesuatu yang hadir tanpa diduga — datang “tanpa suara atau kata”, lalu tiba-tiba memenuhi ruang dalam diri. Namun yang menjadikannya istimewa bukan sekadar rindu dan sakit yang ditulis, tetapi satu kesedaran yang matang: bila rasa itu semakin kuat, manusia perlu ingat diri . ...

Nota Untuk Diri Sendiri #6: Tentang Kasih Sayang Yang Kadang Tak Terungkap

Pagi hening — kopi, buku dan laptop jadi saksi bisu pada kasih sayang yang tak terungkap. 📌Nota Untuk Diri Sendiri #6: Tentang Kasih Sayang Yang Kadang Tak Terungkap Hari ini aku menulis perlahan. Catatan ini jadi penutup untuk fasa pertama perjalanan Nota Untuk Diri Sendiri. Aku tak tahu bila aku akan tulis sambungannya lagi, tapi hari ini aku mahu abadikan satu rasa: kasih sayang. Kasih sayang pada insan yang pernah hadir dalam hidup. Kasih sayang pada yang jauh dan yang dekat. Kasih sayang yang kadang tak pernah terucap, tapi sentiasa ada di sudut hati. 🤲Doa Pagi Ini Ya Allah, rahmati semua insan yang aku sayang, walau mereka tak tahu aku menyayangi mereka. Lembutkan hatiku untuk terus mencintai dalam diam. Jadikan kasih sayang ini jalan aku mendekat pada-Mu. 🌿Refleksi Penulis Aku sedar sesuatu hari ini: Kasih sayang bukan selalu perlu kata. Ada kasih yang cukup hanya dengan doa. Ada kasih yang cukup hanya dengan ingatan. Catatan...

Matilanak #1: Bila Join OC Dia, Tapi Suara Sendiri Pun Tak Dengar

 🫠📖 Matilanak #1: Bila Join OC Dia, Tapi Suara Sendiri Pun Tak Dengar 📚 Kata Pengantar: Matilanak #1 — Bila Lawak & Rasa Terselit Dalam Rakaman Suara “Matilanak.” Itu bukanlah nama orang. Bukan juga makhluk mistik dari filem seram. Tapi… satu slang rasa yang Remy guna sendiri — untuk menggambarkan perasaan yang muncul secara tiba-tiba… seperti apabila kita terlalu suka, terlalu gugup, dan terlalu jujur… sampai dah tak tahu nak buat apa. Siri ini lahir bukan dari studio penulisan, tapi dari bilik sunyi, suara serak pagi, dan notifikasi Smule yang kadang buat jantung berdegup lebih laju dari beat lagu. Ia tentang perasaan kecil yang kita selalu diamkan, tapi sebenarnya sangat besar dalam hati kita. Kadang-kadang, kita nyanyi biasa je. Tapi bila dia dengar... kita replay sendiri 8 kali. Kadang, kita tulis DM panjang, tapi tak pernah hantar. Kadang, kita join OC dia — tapi suara sendiri pun kita tak dengar. Dan masa tu lah, kita cuma mampu bi...